Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan PIU Tanaman Pangan 2026
Bogor, 14 Juli 2026 – BRMP Tanaman Pangan selaku Project Implementation Unit (PIU) Program Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment (ICARE) menggelar Rapat Koordinasi Program ICARE Lingkup BRMP Tanaman Pangan secara virtual. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi awal untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan rencana kerja, serta mempersiapkan pelaksanaan Program ICARE di bawah koordinasi PIU BRMP Tanaman Pangan.
Rakor diikuti oleh BRMP Tanaman Pangan bersama sejumlah mitra pelaksana, yaitu BRMP Mekanisasi Pertanian (Mektan), BRMP Sumber Daya Lahan Pertanian (SDLP), BRMP Pascapanen, BRMP Padi, BRMP Aneka Kacang, BRMP Aneka Serealia, dan BRMP Aneka Umbi.
Ketua PIU ICARE BRMP Tanaman Pangan, Dr. Nuning Argo Subekti, saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa BRMP Tanaman Pangan selaku PIU mengoordinasikan pelaksanaan Program ICARE pada Komponen A.1.e. Meningkatkan Layanan Publik untuk Dukungan Rantai Nilai. Komponen tersebut mencakup dua kegiatan utama, yaitu peningkatan sarana dan prasarana layanan publik melalui rehabilitasi serta pengadaan peralatan laboratorium, dan penguatan layanan publik dalam pengembangan rantai nilai melalui penyelenggaraan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP).
Kegiatan KMP direncanakan berlangsung di lima provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat, dengan fokus pada pengembangan komoditas padi dan jagung.
Selanjutnya, Ketua Kelompok Perencanaan dan Evaluasi, Syarifah Aminah, M.Si., memaparkan rencana kerja dan lini masa pelaksanaan Program ICARE di lingkungan PIU BRMP Tanaman Pangan. Pembahasan meliputi aktivitas program, jadwal pengadaan barang dan jasa, sebaran lokasi KMP, target Project Development Objective (PDO), alokasi anggaran, serta jadwal pelaksanaan kegiatan.
Dari aspek administrasi dan keuangan, Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Tanaman Pangan, Happy Three Agustiwi, M.Si., menjelaskan mekanisme pengusulan anggaran, kelengkapan administrasi, serta rencana pembentukan grup WhatsApp sebagai media koordinasi PIU dan mitra pelaksana. Pertemuan juga membahas penggunaan aplikasi penganggaran ICARE serta perkembangan proses penganggaran untuk pengadaan bahan dan peralatan laboratorium maupun renovasi laboratorium.
Rakor dilanjutkan dengan pemaparan rencana kerja dari BRMP Mektan, BRMP SDLP, BRMP Pascapanen, dan BRMP Padi. Masing-masing mitra menyampaikan jadwal kegiatan, teknologi yang akan didiseminasikan, metode pelaksanaan KMP, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dalam sesi diskusi, peserta membahas sejumlah aspek strategis pelaksanaan KMP, meliputi penentuan lokasi kegiatan, metode pelaksanaan, penyesuaian dan revisi anggaran, penugasan tenaga detasering, serta penetapan lokasi posko klinik. Pembahasan diarahkan untuk menyelaraskan rencana kerja sekaligus merumuskan solusi atas berbagai kendala yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan kegiatan.
Menutup rapat, Dr. Nuning Argo Subekti menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh mitra agar Program ICARE dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui penguatan layanan publik dan percepatan adopsi teknologi pertanian, program ini diharapkan mampu mendukung modernisasi pertanian serta pengembangan rantai nilai komoditas padi dan jagung di wilayah sasaran.